Pages

Resep Lo Mai Gai (Chinese Steamed Glutinous Rice with Chicken / Nasi Ketan dengan Ayam)




Pertama kali membuat Lo Mai Gai (糯米雞)tanpa pernah merasakan seperti apa rasanya adalah tantangan tersendiri bagi saya. Bermodalkan tekad (atau nekat?) dan panduan resep dari blog dan video Nyonya Cooking, akhirnya Lo Mai Gai pertama saja jadi. Tapi... bagaimana rasanya? Kata orang-orang rumah sih enak hahaha... ya, mirip Bakcang. Bisa dikatakan, percobaan pertama saya lumayan sukses walaupun 'taste' akhirnya masih menjadi misteri.

Percobaan kedua adalah setelah saya kembali dari Penang, Malaysia. Rupanya, Lo Mai Gai adalah sajian yang umum dijual di kedai atau rumah makan yang menyajikan Dimsum. Tidak seperti saya yang mencetak nasi ketan di dalam mangkuk tahan panas, Lo Mai Gai di sana disajikan di wadah-wadah kecil aluminium sehingga lebih praktis untuk dikonsumsi atau disimpan (freezer) atau yang lebih tradisional, dibungkus dengan daun teratai.


Akhirnya, saya pun tahu seperti apa rasa asli dari Lo Mai Gai. Tidak terlalu jauh berbeda dari yang saya buat (Yey), tapi dari segi rasa yang lebih otentik dan enak, buatan saya jelas kalah hahaha.

Modifikasi resep dari Nyonya Cooking  (untuk 10 cup kecil)

Campuran A

  • 0.5 sdm dark soy sauce (seperti kecap manis, tetapi tidak manis. Bisa digantikan dengan kecap manis)
  • 1 sdt shaoxing wine (saya skip karena lap cheong saya sudah mengandung arak)
  • 1 sdt minyak wijen
  • 1 sdt gula (saya kurangi karena memakai kecap manis sebagai pengganti dark soy sauce)
  • 1/2 sdt jahe parut
  • 1 sdm saus tiram
  • 1 sdt bawang putih cincang/halus
  • garam, merica

* Untuk komposisi rasa nantinya bisa disesuaikan dengan selera masing-masing.

Campuran B
  • 1 sdm saus tiram
  • 1 sdm dark soy sauce
  • 2 sdt soy sauce (saya pakai kikkoman special fragrance soy sauce)
  • 1 sdt minyak wijen
  • 1 sdt bawang putih cincang
  • 1 sdm bawang merah, diiris tipis-tipis.

Bahan C
  •  4 jamur shiitake
  •  200 gr daging ayam, iris tipis memanjang.
  •  500 gr beras ketan putih
  •  2 lap cheong (saya pakai merk Bee Cheng Hiang)

Bahan D (untuk sambal - optional)
  • 1 siung bawang putih
  • 4 cabai merah kecil (bisa disesuaikan tingkat kepedasannya)
  • 1 sdm air jeruk nipis
  • 4 sdm air
  • gula dan garam secukupnya.

Cara membuat:

1. Rendam ayam dan jamur dalam campuran A minimal 3 jam (saya diamkan di kulkas semalaman).

 ( campuran A )


2. Rendam beras ketan dan jamur dalam air bersih, minimal 5 jam. Setelah jamur ditiriskan dan diiris tipis, air rendaman jamur jangan dibuang karena akan digunakan lagi.




3. Tumis bawang putih dan bawang merah (Campuran B) hingga harum, tambahkan sisa bumbu yang lain dan masukkan beras ketan yang sudah direndam. Aduk hingga tercampur rata. Pada tahap ini, jika beras terasa kurang asin/gurih, bisa ditambahan soy sauce lagi.
4.  Kukus beras ketan selama kurang lebih 45 menit. Tambahkan 3-4 sdm air rendaman jamur saat sedang mengukus.


5. Tumis ayam dan jamur yang sudah dimarinasi, tambahkan 5 sdm sisa air rendaman jamur dan masak hingga matang.


6. Potong lap cheong dengan bentuk menyerong dan panaskan sebentar di fry pan tanpa minyak (bisa juga tanpa dipanaskan, tetapi bau Lo Mai Gai-nya nanti akan lebih harum dan gurih bila dipanaskan).
7. Susun daging ayam, jamur, dan lap cheong di dasar wadah aluminium foil. Kemudian isi dan penuhi dengan nasi ketan yang sudah matang. Tambahkan 1 sdm saus dari tahap 5 (optional), untuk membuat ketan lebih lembut dan tidak kering.



8. Kukus kembali selama kurang lebih 10 menit dan Lo Mai Gai siap disajikan hangat-hangat bersama sambal.

9. Untuk membuat sambal, ulek semua bahan D hingga halus. Rasanya harus sedikit asam, untuk menyeimbangi rasa Lo Mai Gai yang cenderung manis.

Note :
* Kualitas lap cheong yang digunakan akan mempengaruhi aroma dari Lo Mai Gai itu sendiri. Ada beberapa merk lap cheong yang memiliki aroma arak mawar, sementara yang lain tidak.
* Kualitas beras ketan juga berpengaruh untuk bisa mendapatkan tekstur ketan yang punel. Jika nasi ketan yang sudah matang terasa agak keras, tambahkan saus dari sisa tumisan ayam dan jamur, lalu kukus kembali.


Resep Fluffy Souffle Pancake



 Resep dimodifikasi dari Sora Machida

Bahan :
  • 2 butir telur
  • 40 ml susu cair
  • 1 sdm ekstrak vanilla
  • 20 gr gula halus
  • 40 gr tepung terigu (protein rendah/serba guna)
Cara membuat :
1. Pisahkan bagian kuning dan putih telur.
2. Campurkan kuning telur dengan vanilla dan susu. Aduk rata.

 
3. Kocok putih telur bersama gula halus hingga mencapai soft peak (bagian ujung lancip dengan sedikit lengkungan). Sebaiknya gunakan mixer untuk hasil yang maksimal. Kali ini saya menggunakan kocokan tangan sehingga putih telur yang dikocok hasilnya kurang halus dan mengembang.




4. Ayak tepung terigu dan masukkan ke campuran pada tahap 2. 




5. Masukkan kocokan putih telur pada adonan tepung, aduk dengan teknik lipat secara lembut.


6. Tuang sedikit adonan di atas panci anti lengket yang diolesi sedikit mentega (optional), masak sebentar pada satu sisi selama 1-2 menit. Balik dan masak kembali dengan waktu yang sama. 



 
Pancake ini sangat lembut dan ringan. Seperti perpaduan antara souffle, cotton cake, dan omelet, dengan rasa yang tidak terlalu manis. Pemakaian vanilla wajib untuk resep ini, karena dengan penggunaan tepung yang terbilang sedikit, bau telurnya cukup keras. Bila tidak ada vanilla, sebagian berat tepung terigu bisa diganti dengan bubuk cokelat, bubuk matcha, dsb untuk menutupi rasa 'eggy' pada pancake.



Resep Milk Tea Cream Puff / Choux Au Craquelin / Kue Sus


Membuat Choux / Sus memang ternyata gampang-gampang susah. Kegagalan yang paling banyak terjadi adalah sus besar dan mengembang saat berada di dalam oven, tetapi langsung mengempes setelah dikeluarkan. Itulah yang saya alami sewaktu pertama kali membuat sus (kalau tidak salah ketika saya masih SMP). Kesalahan saya adalah tangan yang gatal, membuka oven di saat adonan sus belum mengembang secara sempurna. Alhasil, ada beberapa yang mengempes dan bagian dalamnya masih bantat (tidak kosong/kopong). Sejak saat itu saya tidak pernah membuat sus lagi. Selain takut kecewa lagi, sus bukan cemilan favorit saya, berbanding terbalik dengan mama yang doyan melahap sus kering asin. 

Setelah punya oven baru, saya pun ditagih janji untuk membuat sus kering. Ya sudahlah. Toh dari satu adonan dasar sus, saya bisa membuat variasi yang lain. Salah satunya adalah Choux Au Craquelin, sus yang bagian atasnya diberi adonan cookies sehingga menghasilkan tekstur manis dan renyah. Saat dipanggang, adonan cookies akan menyelimuti sus dan membentuk lapisan retak/kerak yang cantik. Rasanya mirip seperti cream puff Beard Papa ala rumahan.   

I'm not an expert, tapi dari beberapa resep dan uji coba yang sudah saya lakukan, keberhasilan membuat sus ada pada tahap-tahap ini :
  • Pastikan air dan mentega dipanaskan hingga benar-benar mendidih, sebelum kompor dimatikan dan memasukkan tepung.
  • Setelah tepung dimasukkan dan diaduk rata hingga tidak ada gumpalan, hidupkan kembali kompor dan aduk hingga adonan menyatu dengan lembut (ada lapisan tipis terbentuk di bawah panci).
  • Dinginkan adonan hingga hangat-hangat kuku (suam) sebelum memasukkan telur sedikit demi sedikit. Bila adonan terlalu panas, telur akan matang dan adonan tidak bisa mengembang sempurna. Bila adonan terlalu dingin, telur akan susah tercampur rata.  
  • Mencampur telur bisa menggunakan mixer, tetapi saya pribadi lebih senang menggunakan spatula karena hasil adonan akhir menjadi lebih lunak dan lebih mengembang (pengalaman pribadi).
  • Bila menginginkan hasil sus yang lebih kering/renyah dan tahan lama, panggang adonan sus pada suhu 180oC selama 20-25 menit hingga buih-buih/busa pada adonan hilang, lalu turunkan temperatur hingga 150oC dan panggang lagi selama 10-15 menit. 
  • Jangan pernah membuka oven di tengah-tengah proses memanggang
  • Percaya atau tidak, setiap oven memiliki karakteristik, temperatur dan waktu pemanggangan yang berbeda, jadi kita perlu mengenali oven kita masing-masing. Terutama jika menggunakan oven gas. Akan ada bagian tertentu dari oven yang lebih panas dibandingkan bagian lainnya. Meski ada pengatur suhu dan timer, saya tidak pernah betul-betul meninggalkan kue di oven. Setidaknya, saya selalu memeriksa setiap 10-15 menit sekali.

Resep diambil dari honeykki 꿀키 (untuk kurang lebih 12 buah)

Resep aslinya menggunakan Earl Grey tea. Berhubung saya tidak punya teh tersebut, akhirnya saya menggunakan Black tea biasa. Bisa menggunakan teh celup merk apapun, tetapi usahakan yang berkualitas dan memiliki harum yang kuat. 

Bahan sus :
  • 2 butir telur
  • 120 ml air
  • 50 gr mentega/margarin
  • 1/4 sdt garam (bila menggunakan salted butter/margarin, maka garam tidak perlu ditambahkan)
  • 75 gr tepung terigu (protein rendah/serba guna)
Bahan craquelin :
  • 85 gr mentega / margarin
  • 100 gr gula bubuk (gula halus)
  • 100 gr tepung terigu (protein rendah/serba guna) 
 Bahan milk tea cream :
  • 4 kantung teh celup 
  • 250 ml susu
  • 3 kuning telur
  • 40 gr gula
  • 25 gr tepung terigu (protein rendah/serba guna)
  • 200 ml krim kental
  • 2 sdm gula halus 

Cara membuat :

Milk Tea Cream :
1. Campurkan kuning telur dan gula di dalam wadah, aduk hingga gula larut. Tambahkan tepung, dan aduk kembali.
2. Panaskan susu di dalam panci dengan api sedang, masukkan kantung teh celup, diamkan hingga mendidih dan aroma teh keluar. 
3. Dinginkan milk tea agar tidak terlalu panas, lalu campurkan perlahan-lahan pada adonan di tahap 1, sambil diaduk dengan menggunakan whisk. Bila adonan sudah tercampur dengan baik, masukkan kembali adonan ke dalam panci dan panaskan di atas kompor. 
4. Aduk adonan secara berkala dan masak hingga mengental seperti krim. Angkat dari api, tutup dengan plastic wrap dan dinginkan.
5. Kocok krim kental dengan gula sampai mengembang, kemudian campur dengan adonan milk tea yang telah dingin.
6. Simpan milk tea cream di dalam kulkas sebelum digunakan. 

Craquelin :
1. Aduk mentega/margarin bersama gula dan tepung.
2. Bentuk adonan craquelin menjadi bulatan, lalu giling tipis (ketebalan kurang lebih 2-3 mm), lalu simpan di freezer. Jangan keluarkan atau mencetak craquelin sebelum adonan sus siap karena cepat mencair.

Sus :
1.Masak air bersama mentega/margarin hingga mendidih.Matikan api, masukkan tepung dan aduk dengan spatula. Hidupkan kembali kompor. Masak adonan di atas api hingga menyatu dan halus, serta terbentuk lapisan tepung tipis di dasar panci (kurang lebih 2-3 menit).
2. Dinginkan adonan hingga hangat/tidak terlalu panas, lalu campurkan telur satu per satu dan aduk merata. Konsistensi adonan yang baik adalah ketika spatula/whisk diangkat, terbentuk puncak adonan yang agak melengkung di bagian ujungnya. 
3. Masukkan adonan ke dalam pipping bag / plastik segitiga, cetak di atas loyang dalam bentuk bundar berukuran diameter kurang lebih 3-4cm.
4. Keluarkan craquelin dari freezer, cetak bulat menggunakan cookies cutter dengan ukuran diameter 3cm. Letakkan masing-masing potongan craquelin di atas sus.
5. Panggang di dalam oven yang sudah dipanaskan sebelumnya pada suhu 180oC selama 20-25 menit. Tingkat kematangan dan waktu yang diperlukan berbeda-beda pada setiap oven. Saya sendiri, setelah memanggang selama 25 menit, menambahkan waktu 10 menit lagi pada suhu yang lebih rendah 150oC karena adonan sus belum cukup kering. 
6. Dinginkan sus yang sudah matang. Lubangi bagian bawahnya (atau bisa dibagi 2) dan isi dengan milk tea cream.


Foto kali ini kurang lengkap karena saya lupa mendokumentasikan step by step. Langkah-langkah lebih jelas bisa dilihat langsung pada resep dan video honeykki 꿀키

Saya membuat adonan dasar sus sebanyak 2x takaran. Sisanya saya gunakan untuk membuat sus kering dan sus biasa yang diisi ragout.



[Review] Mediheal Tea Tree Healing Solution (Care Solution) Essential Mask

I often heard that Mediheal masks are really good. And I do... have to admit that Mediheal makes one of the best masks i've ever tried ❤


"MEDIHEAL is mask science that was created and tested by using beauty principles. MEDIHEAL incorporates special skin know-how-to provide custom solution for individuals based on their skin concerns and renews the skin to look and feel like it has received professional skin management. MEDIHEAL uses a highly concentrated formulation of natural materials, helps your unbalanced skin become healthier by making it resistant to stress and caring skin balance."

Ingredients :
Water, Glycerin, Propanediol, 1,2-Hexanideol, Salix Alba (Willow) Bark Extract, Centella Asiatica Extract, Houttuynia Cordata Extract, Glycine Max (Soybean) Seed Extract, Pisum Sativum (Pea) Extract, Salvia Officinalis (Sage) Extract, Lavandula Angustifolia (Lavender) Extract, Chamomilla Recutita (Matricaria) Extract, Rosmarinus Officinalis (Rosemary) Extract, Cymbopogon Schoenanthus Extract, Xanthan Gum, Butylene Glycol, Boswellia Serrata Resin Extract, Melaleuca Alternifolia (Tea Tree) Extract, Panthenol, Trehalose, Betaine, Carbomer, Allantoin, Polysorbate 80, Arginine, Disodium EDTA, Dipotassium Glycyrrhizate, Tocopheryl Acetate, Melaleuca Alternifolia (Tea Tree) Leaf Oil.



Biasanya, produk yang menjadi holy grail bagi kebanyakan orang justru tidak cocok di kulit saya. Apa boleh buat, kulit saya ini sensitif dan reaktif, sehingga perlu usaha ekstra dalam memilih produk yang ingin saya coba. Meski di deskripsi produk sudah tertera 'tanpa alkohol, paraben, mineral oil' dan 'suitable for sensitive skin', tetap saja ada yang membuat kulit saya breakout, panas/gatal, atau bruntusan. Contohnya, masker Klairs. Siapa yang belum tahu Klairs? Yang kulitnya sensitif pasti tahu betul sama merk yang satu ini. Sayangnya, masker Klairs yang produk-produknya diformulasikan untuk kulit sensitif pun memberikan efek hangat/panas di bagian atas bibir dan pipi saya.

Setelah masker Mediheal ini hampir satu bulan tersimpan manis di lemari, akhirnya saya membulatkan tekad dan mencoba (dengan harap-harap cemas) karena penasaran.

Saya agak menyesal tidak pakai masker ini sejak awal.

Masker Mediheal ini ringan, lembut, dan full dengan essence yang melimpah. Di kulit saya yang super sensitif ini, yang ada hanya sensasi dingin yang menyenangkan. Sama sekali tidak ada rasa hangat/panas. Setelah saya pakai selama 20 menit, maskernya masih terasa lembap dan basah, jadi saya usapkan ke sekujur lengan dan kaki (don't judge me, i'm sure many of you have done it multiple times).

Setelah pemakaian, kulit memang akan sedikit lengket, seperti kebanyakan masker lainnya. Tapi jangan khawatir. Setelah kurang lebih 5 menit, seluruh essence akan terserap dan rasa lengket itu akan hilang dengan sendirinya.  
  
Conclusion : The mask did help soothe my skin. It feels wonderful, moisturized, not too dry, not too oily ❤.

Five Jibangies for this mask  ❤



Resep Shirataki Noodles (Mie Rendah Kalori)


Let me introduce you to one of my favorite ingredients for diet. 

Shirataki Noodles atau mie tradisional Jepang ini terbuat dari sejenis ubi konjac/konnyaku. Warnanya agak bening, bertekstur kenyal, tinggi serat, rendah lemak dan karbohidrat, sehingga cocok menjadi makanan bagi para pelaku diet seperti saya. Di supermarket, yang berbentuk seperti mie disebut 'shirataki' sementara yang masih berbentuk balok memanjang dan berwarna lebih keruh biasa disebut konnyaku.

Pada dasarnya, shirataki noodles bisa diolah seperti mengolah mie pada umumnya. Hanya saja, untuk mengolahnya agar tidak berbau khas konnyaku dan bertekstur seperti karet, ternyata ada triknya. Pertama, dengan merebus shirataki dulu sebelum ditiriskan dan diolah lebih lanjut. Hal itu bertujuan untuk menghilangkan bau (yang saya tidak bisa cium sama sekali) sekaligus mengantisipasi risiko sakit perut alias salah cerna akibat sisa air rendaman shirataki. Kedua, jangan tambahkan air saat menumis karena shirataki memiliki kandungan air yang sangat tinggi. Semakin banyak kandungan air yang hilang/terbuang, maka tekstur shirataki 'konon' akan menjadi lebih enak. Percaya, meski tanpa air dan terlihat kering, shirataki tidak akan gosong.


Resep di bawah ini adalah resep ala kadar yang selalu saya pakai untuk membuat mie goreng secara instan.

Bahan : (untuk 1-2 porsi)
  • 1 bungkus shirataki noodles
  • wortel, diiris tipis memanjang/julienne, sesuai selera
  • Sawi putih/sawi hijau, diiris tipis
  • 1 butir telur
  • 3 biji bakso, iris tipis
  • 75gr fillet dada ayam, iris membentuk kotak atau tipis memanjang
  • 1 siung bawah putih, potong kecil-kecil
  • 1 siung bawah merah, iris tipis
Bumbu :  (dapat dimodifikasi sesuai selera, be brave~)
  • 1 sdm saus tiram
  • 1 sdm soy sauce atau kecap asin
  • 1 1/2 sdm kecap manis
  • 1/2 sdt bawang putih bubuk
  • 1/2 sdt cabai bubuk
  • 1/4 sdt merica
  •  garam, gula, secukupnya

Cara membuat :
  1.  Keluarkan shirataki dari kemasan, rebus selama 4-5 menit dan tiriskan.
  2. Panaskan sedikit minyak di wajan, tumis bawang putih, bawang merah, lalu tambahkan telur dan buat seperti orak-arik.
  3. Masukkan wortel, daging ayam, dan bakso. 
  4. Saat daging ayam sudah matang dan sedikit kecokelatan, tambahkan shiratataki beserta bumbu-bumbu, aduk dan tumis agak lama dengan api sedang.
  5. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menumis shirataki hingga matang bervariasi. Saya menggunakan trik ini, yaitu menekan shirataki dengan sutil/sendok penggoreng untuk mendengarkan bunyinya. Terdengar agak aneh memang, tapi saya selalu memakai cara ini hahaha.... Shirataki yang masih mengandung banyak air akan mengeluarkan bunyi 'desis' seperti wajan panas terkena air ketika ditekan. Jika bunyi tersebut sudah tidak terlalu keras, artinya kandungan air dalam shirataki pun sudah berkurang/sedikit. It'll never hurt to experiment a lil bit ( ͡° ͜ʖ ͡°)


Resep Sweet & Spicy Korean Fried Chicken (Ayam Goreng ala Korea)


Bukan kepedean, tapi buatan rumah juga tidak kalah jauh dari Bonchon/Kyochon dan cara membuatnya pun ternyata gampang. Serius. Untuk pemula, silahkan buka blog Maangchi karena resep-resep di sana relatif mudah dan jelas untuk dipahami.

Bahan terpenting untuk membuat Yangnyeom tongdak adalah gochujang (pasta cabai untuk masakan korea). Di Bali, gochujang bisa dibeli di supermarket besar, tapi bagi yang kesulitan mendapatkan si pasta merah tsb, bisa diganti dengan campuran soy sauce + bubuk cabai. Untuk rasa sendiri tidak terlalu berbeda, hanya saja dari segi warna, yang menggunakan gochujang warnanya lebih merah dan menggugah.

Resep dimodifikasi dari Maangchi  (Untuk 2-3 porsi)

Bahan :
  • 1 kg fillet dada ayam
  • 2 siung bawah putih, cincang
  • 1 sdt jahe cincang 
  • 1 sdm kecap asin / soy sauce
  • tepung kanji secukupnya 
  • minyak goreng secukupnya.
Bahan bumbu/saus :
  • 2 sdm gochujang
  • 2-3 sdm soy sauce
  • 2 siung bawang putih
  • 1 sdt bubuk cabai (saya pakai shichimi togarashi, cabai bubuk dari Jepang)
  • 2 sdt gula (disesuaikan selera)
  • 10 sdm air putih

Cara membuat :
1. Cuci bersih fillet dada ayam (bisa juga menggunakan satu ayam utuh yang dipotong kecil), potong-potong menjadi ukurang sedang/kecil. Tambahkan bawang putih dan jahe cincang, kecap asin/soy sauce, dan simpan dalam kulkas minimal 2 jam.


2. Balurkan potongan ayam dengan tepung kanji. Istirahatkan sebentar hingga permukaan ayam yang dilapisi tepung kanji menjadi agak basah, kemudian lapisi kembali dengan tepung kanji. Tujuannya, agar lapisan tepung pada ayam lebih menempel dan tidak terlalu tipis. 


3. Goreng ayam dalam panas sedang hingga setengah kering. Angkat dan tiriskan, kemudian goreng kembali dalam minyak panas hingga berwarna keemasan. Proses menggoreng dua kali dilakukan supaya ayam benar-benar renyah dan tahan lebih lama. Kata Maangchi sih, crunchy outside, juicy inside hahaha.


4. Untuk membuat saus, campurkan semua bahan ke dalam mangkuk/wadah, aduk rata. Kalau suka rasa yang dominan manis, tambahkan gula. Kalau suka rasa lebih pedas, tambahkan cabai bubuk karena bagi saya, gochujang sendiri tidak terlalu pedas.




5. Masak saus dengan sedikit minyak hingga mengental dan lebih pekat, lantas masukkan potongan ayam goreng, dan aduk hingga tercampur rata.

Yangnyeom tongdak yang orisinil seharusnya ditaburi wijen putih sangrai. Berhubung saya kehabisan stok wijen, potongan batang coriander pun ditambahkan supaya warnanya lebih menarik. Agak tidak lazim, but trust me, it works /wink/.