Pages

Resep Shirataki Noodles (Mie Rendah Kalori)


Let me introduce you to one of my favorite ingredients for diet. 

Shirataki Noodles atau mie tradisional Jepang ini terbuat dari sejenis ubi konjac/konnyaku. Warnanya agak bening, bertekstur kenyal, tinggi serat, rendah lemak dan karbohidrat, sehingga cocok menjadi makanan bagi para pelaku diet seperti saya. Di supermarket, yang berbentuk seperti mie disebut 'shirataki' sementara yang masih berbentuk balok memanjang dan berwarna lebih keruh biasa disebut konnyaku.

Pada dasarnya, shirataki noodles bisa diolah seperti mengolah mie pada umumnya. Hanya saja, untuk mengolahnya agar tidak berbau khas konnyaku dan bertekstur seperti karet, ternyata ada triknya. Pertama, dengan merebus shirataki dulu sebelum ditiriskan dan diolah lebih lanjut. Hal itu bertujuan untuk menghilangkan bau (yang saya tidak bisa cium sama sekali) sekaligus mengantisipasi risiko sakit perut alias salah cerna akibat sisa air rendaman shirataki. Kedua, jangan tambahkan air saat menumis karena shirataki memiliki kandungan air yang sangat tinggi. Semakin banyak kandungan air yang hilang/terbuang, maka tekstur shirataki 'konon' akan menjadi lebih enak. Percaya, meski tanpa air dan terlihat kering, shirataki tidak akan gosong.


Resep di bawah ini adalah resep ala kadar yang selalu saya pakai untuk membuat mie goreng secara instan.

Bahan : (untuk 1-2 porsi)
  • 1 bungkus shirataki noodles
  • wortel, diiris tipis memanjang/julienne, sesuai selera
  • Sawi putih/sawi hijau, diiris tipis
  • 1 butir telur
  • 3 biji bakso, iris tipis
  • 75gr fillet dada ayam, iris membentuk kotak atau tipis memanjang
  • 1 siung bawah putih, potong kecil-kecil
  • 1 siung bawah merah, iris tipis
Bumbu :  (dapat dimodifikasi sesuai selera, be brave~)
  • 1 sdm saus tiram
  • 1 sdm soy sauce atau kecap asin
  • 1 1/2 sdm kecap manis
  • 1/2 sdt bawang putih bubuk
  • 1/2 sdt cabai bubuk
  • 1/4 sdt merica
  •  garam, gula, secukupnya

Cara membuat :
  1.  Keluarkan shirataki dari kemasan, rebus selama 4-5 menit dan tiriskan.
  2. Panaskan sedikit minyak di wajan, tumis bawang putih, bawang merah, lalu tambahkan telur dan buat seperti orak-arik.
  3. Masukkan wortel, daging ayam, dan bakso. 
  4. Saat daging ayam sudah matang dan sedikit kecokelatan, tambahkan shiratataki beserta bumbu-bumbu, aduk dan tumis agak lama dengan api sedang.
  5. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menumis shirataki hingga matang bervariasi. Saya menggunakan trik ini, yaitu menekan shirataki dengan sutil/sendok penggoreng untuk mendengarkan bunyinya. Terdengar agak aneh memang, tapi saya selalu memakai cara ini hahaha.... Shirataki yang masih mengandung banyak air akan mengeluarkan bunyi 'desis' seperti wajan panas terkena air ketika ditekan. Jika bunyi tersebut sudah tidak terlalu keras, artinya kandungan air dalam shirataki pun sudah berkurang/sedikit. It'll never hurt to experiment a lil bit ( ͡° ͜ʖ ͡°)


Resep Sweet & Spicy Korean Fried Chicken (Ayam Goreng ala Korea)


Bukan kepedean, tapi buatan rumah juga tidak kalah jauh dari Bonchon/Kyochon dan cara membuatnya pun ternyata gampang. Serius. Untuk pemula, silahkan buka blog Maangchi karena resep-resep di sana relatif mudah dan jelas untuk dipahami.

Bahan terpenting untuk membuat Yangnyeom tongdak adalah gochujang (pasta cabai untuk masakan korea). Di Bali, gochujang bisa dibeli di supermarket besar, tapi bagi yang kesulitan mendapatkan si pasta merah tsb, bisa diganti dengan campuran soy sauce + bubuk cabai. Untuk rasa sendiri tidak terlalu berbeda, hanya saja dari segi warna, yang menggunakan gochujang warnanya lebih merah dan menggugah.

Resep dimodifikasi dari Maangchi  (Untuk 2-3 porsi)

Bahan :
  • 1 kg fillet dada ayam
  • 2 siung bawah putih, cincang
  • 1 sdt jahe cincang 
  • 1 sdm kecap asin / soy sauce
  • tepung kanji secukupnya 
  • minyak goreng secukupnya.
Bahan bumbu/saus :
  • 2 sdm gochujang
  • 2-3 sdm soy sauce
  • 2 siung bawang putih
  • 1 sdt bubuk cabai (saya pakai shichimi togarashi, cabai bubuk dari Jepang)
  • 2 sdt gula (disesuaikan selera)
  • 10 sdm air putih

Cara membuat :
1. Cuci bersih fillet dada ayam (bisa juga menggunakan satu ayam utuh yang dipotong kecil), potong-potong menjadi ukurang sedang/kecil. Tambahkan bawang putih dan jahe cincang, kecap asin/soy sauce, dan simpan dalam kulkas minimal 2 jam.


2. Balurkan potongan ayam dengan tepung kanji. Istirahatkan sebentar hingga permukaan ayam yang dilapisi tepung kanji menjadi agak basah, kemudian lapisi kembali dengan tepung kanji. Tujuannya, agar lapisan tepung pada ayam lebih menempel dan tidak terlalu tipis. 


3. Goreng ayam dalam panas sedang hingga setengah kering. Angkat dan tiriskan, kemudian goreng kembali dalam minyak panas hingga berwarna keemasan. Proses menggoreng dua kali dilakukan supaya ayam benar-benar renyah dan tahan lebih lama. Kata Maangchi sih, crunchy outside, juicy inside hahaha.


4. Untuk membuat saus, campurkan semua bahan ke dalam mangkuk/wadah, aduk rata. Kalau suka rasa yang dominan manis, tambahkan gula. Kalau suka rasa lebih pedas, tambahkan cabai bubuk karena bagi saya, gochujang sendiri tidak terlalu pedas.




5. Masak saus dengan sedikit minyak hingga mengental dan lebih pekat, lantas masukkan potongan ayam goreng, dan aduk hingga tercampur rata.

Yangnyeom tongdak yang orisinil seharusnya ditaburi wijen putih sangrai. Berhubung saya kehabisan stok wijen, potongan batang coriander pun ditambahkan supaya warnanya lebih menarik. Agak tidak lazim, but trust me, it works /wink/.