Golden Sponge Cake (黄金海绵蛋糕) ini sebenarnya mirip dengan Cotton Cake. Proses pembuatannya pun hampir sama. Butter/margarin dipanaskan terlebih dahulu hingga muncul gelembung-gelembung kecil, kemudian dicampur dengan tepung terigu yang sudah diayak, susu, dan kuning telur (biasa disebut dengan metode 烫面 'Tàng miàn' atau metode memasak adonan kuning telur). Perbedaannya, saat pemanggangan, golden sponge cake ini tidak perlu menggunakan teknik Au Bain Marie (teknik memanggang di mana loyang berisi adonan kue diletakkan di loyang lain yang berisi air agar setelah matang, kue tetap moist dan tidak kering). Kue cukup dipanggang seperti biasa. Saya yang selama ini menghindari Cotton Cake karena malas melapisi loyang dengan aluminium foil akhirnya nekat mencoba si golden sponge cake ini.
Alih-alih membuat versi aslinya, saya tambahkan matcha, my favourite ingredient.
Resep dimodifikasi dari Nasi Lemak Lover
Bahan :
(Untuk 1 loyang ukuran 16x16 cm)
50 gr butter/margarin
45 gr tepung terigu protein rendah (cake flour)
5 gr matcha / green tea powder
3 kuning telur ukuran sedang (egg yolks)
55 gr susu (plain milk)
3 putih telur
50 gr gula halus
6 gr tepung maizena (atau bisa diganti 1/4 sdt cream of tartar, saya pakai maizena)
Cara membuat :
1. Panaskan oven dengan suhu 140c. Siapkan loyang, tidak perlu diolesi dengan minyak/butter untuk mencegah agar kue tidak ambruk/menyusut setelah dingin jika memakai loyang bongkar pasang. Tapi kalau menggunakan loyang biasa seperti saya, bagian bawah saya lapisi dengan butter+tepung.
2. Panaskan butter dalam panci, setelah muncul gelembung kecil, matikan api dan tambahkan tepung terigu. Aduk hingga rata dan adonan menjadi kental/padat, pindahkan ke wadah bersih yang lain. Tambahkan susu, aduk rata.
3. Tambahkan kuning telur satu per satu ketika adonan tidak terlalu panas. Step ini adalah kesalahan saya pada percobaan pertama (foto di atas) karena saya menambahkan kuning telur pada saat adonan cukup panas. Alhasil, adonan saya sangat kental, nyaris seperti adonan sus mentah. Adonan yang benar, hasilnya agak runny, tidak terlalu kental.
4. Campur gula dan tepung maizena. Di wadah yang lain, mixer putih telur dalam kecepatan sedang, tambahkan campuran gula+tepung maizena sedikit demi sedikit dan aduk terus hingga adonan putih telur mencapai 'stiff peaks' (jika ujung mixer diangkat, adonan meringue akan membentuk ujung lancip yang sedikit melengkung) atau 'till stiff peaks' (ujung adonan lancip dan kaku).
5. Ambil 1/3 bagian adonan meringue dan campurkan dengan adonan kuning telur dengan menggunakan spatula secara lembut (teknik aduk balik). Jika adonan sudah tercampur rata dan tidak ada gumpalan, campurkan bersama sisa meringue.
6. Tuang adonan ke loyang dengan jarak agak tinggi supaya mengurangi gelembung udara yang masih terperangkap dan membuat kue 'berlubang' atau 'berongga'.
7. Panggan kue dengan suhu 140c selama kurang lebih 25 menit, lalu naikkan suhu hingga 165-170c dan panggang kembali selama 25 menit hingga matang.
8. Setelah matang, keluarkan kue dari oven dan dinginkan di atas rak kawat pendingin secara terbalik. Setelah kue dingin sempurna, keluarkan dari loyang.
Untuk percobaan pertama, seperti yang saya tulis di tahap tiga, seharusnya kuning telur dicampurkan ketika adonan hangat dan putih telur saya kocok hingga kaku. Untungnya, matcha golden sponge cake ini tidak sepenuhnya gagal. Mungkin (hanya mungkin, karena saya bukan baking expert), adonan kuning telur pertama saya terselamatkan karena meringue saya kocok hingga kaku sehingga bisa dicampur tanpa menghilangkan busa si putih telur. Hasilnya sangat lembut.
Teksturnya seperti lapis Surabaya atau light cheese cake, tetapi tanpa rasa keju, kuning telur dan
mentega yang mendominasi sehingga tidak akan 'eneg' kalau dimakan banyak-banyak. Dan yang saya sukai dari resep ini adalah rasanya yang tidak terlalu manis.
Sementara untuk percobaan kedua, saya ikuti persis step by step dengan pisang sebagai pengganti matcha. Hasil akhirnya pun lumayan mirip (sayang tidak saya dokumentasikan). Hanya saja, teksturnya terlalu moist dan empuk. Bisa jadi karena perbedaan komposisi tepung dan susu yang saya ubah sedikit. Tapi dibandingkan resep yang berhasil, selera saya justru condong ke hasil yang pertama hahaha.
Tips dari Bakericious, untuk mencegah kue 'jatuh' atau istilahnya turun di bagian tengah selama didinginkan, ada beberapa blog yang menyarankan untuk menjatuhkan loyang berisi kue yang baru saja matang dari ketinggian 30 cm, agar udara panas di rongga kue bisa keluar. Apakah berhasil? Terus terang, bagi saya hasilnya tidak terlalu signifikan lol.